Sabtu, 18 Juni 2011

Dari Mana Datangnya Kentut?

Sebelumnya saya minta maaf karena saat ini saya mengajak Anda membicarakan tentang sesuatu yang tidak enak, yaitu kentut. Tapi sudah lama guyonan tentang buang angin ini beredar. Konon saat orang Inggris secara tidak sengaja membuang angin, dia akan segera mengaku dan meminta maaf: “Pardon me.” Sementara kalau orang Australia akan serta merta meminta maaf: “Forgive me.” Dan orang Amerika akan bilang: “Excuse me.” Tetapi kalau orang Indonesia yang buang angin, dia akan bilang: “Not me…”

Tapi dari mana datangnya kentut itu? Kentut, atau disebut flatus, dan untuk selanjutnya saya akan menyebutnya demikian untuk alasan kesopanan, adalah peristiwa keluarnya gas dari lubang pembuangan yang dihasilkan oleh saluran pencernaan. Dan asal tahu saja, ternyata tidak hanya manusia yang mengalaminya, namun flatus juga dapat terjadi pada binatang.

Gas tersebut masuk ke dalam tubuh manusia bersamaan dengan udara yang tertelan pada saat kita makan atau minum, atau bisa saja terkandung di dalam makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Dan kadar gas di dalam tubuh akan meningkat seusai kita makan atau minum.

Melalui gerak peristaltic usus, maka gas-gas tersebut akan terkumpul menuju ke rectum (bagian akhir dari usus) bersamaan dengan feses. Gas serta feses yang terkumpul di dalam rectum akan menimbulkan perasaan tidak nyaman, yaitu rasa mulas pada perut.

Flatus dapat berbau tidak enak, bergantung pada makanan yang kita konsumsi. Sumber protein berupa daging, atau petai dapat membuat aroma flatus menjadi tidak enak. Sangat mungkin hal ini diakibatkan karena kandungan gas hydrogen sulfide dan asam lemak rantai pendek.

Namun jika aroma flatus terus-terusan tidak enak, bisa jadi ada sesuatu yang tidak beres dengan pencernaan kita. Atau bisa jadi malah ada suatu penyakit yang meningkatkan produksi gas di dalam usus. Misalnya gangguan penyerapan makanan (syndrome mal-absorpsi), diare kronis karena parasit atau bisa jadi gangguan tukak lambung.

Dan kalau Anda merasa ingin buang angin, sebaiknya tidak usah ditahan. Terlalu sering menahan buang angin ternyata tidak baik untuk kesehatan. Karena flatus yang ditahan akan mengakibatkan tekanan parsial di rongga usus lebih tinggi dari dalam darah, sehingga bisa menyebabkan pelebaran usus yang abnormal. Ternyata hal yang sepele tersebut bisa berakibat berabe!

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Press Release Distribution